Dunia Dapat, Akhirat Dapat

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

A'udzubillahiminasyaitonirrojiim
Bismillahirrohmanirrohim
Allahuma Sholli 'ala sayyidina Muhammad, Wa 'ala ali sayyidina Muhammad

TAWAZUN
Tawazun itu artinya seimbang temen-temen. Allah SWT telah mengisyaratkan kepada kita agar hidup kita itu seimbang, sebagaimana Allah SWT telah menjadikan alam beserta isinya berada dalam sebuah keseimbanganSesuai dengan fitrah Allah,manusia memiliki tiga potensi, yaitu al-jasad (jasmani), al-aql (akal), dan ar-ruh (ruhani). Islam menghendaki ketiga dimensi tersebut berada dalam keadaan tawazun (seimbang). Ketiga potensi ini membutuhkan makanannya masing-masing temen-temen, yaitu sebagai berikut :

1. Jasmani
Jasmani atau fisik adalah amanah dari Allah swt,karena itu harus kita jaga . Dalam sebuah hadits dikatakan ,”Mumin yang kuat itu lebih baik atau disukai Allah daripada mumin yang lemah.”(HR.Muslim), maka jasmani pun harus dipenuhi kebutuhannya agar menjadi kuat. Kebutuhannya adalah makanan, yaitu makanan yang halalan thoyyiban (halal dan baik) (QS.80:24,2:168), beristirahat (QS.78:9), kebutuhan biologis (QS.30:20-21) dan hal-hal lain yang menjadikan jasmani kuat.

2. Akal
Yang membedakan manusia dengan hewan adalah akal. Akal pulalah yang menjadikan manusia lebih mulia dari makhluk-makhluk lainnya. Dengan akal manusia mampu mengenali hakikat sesuatu, mencegahnya dari kejahatan dan perbuatan jelek. Membantunya dalam memanfaatkan kekayaan alam yang oleh Allah diperuntukkan baginya supaya manusia dapat melaksanakan tugasnya sebagai khalifatullah fil-ardhi (wakil Allah di atas bumi) (QS.2:30;33:72). Kebutuhan akal adalah ilmu (QS.3:190) untuk pemenuhan sarana kehidupannya.

3. Ruh
Kebutuhannya adalah dzikrullah (QS.13:28;62:9-10). Pemenuhan kebutuhan ruhani sangat penting temen-temen, agar ruh/jiwa tetap memiliki semangat hidup. Tanpa pemenuhan kebutuhan tersebut, jiwa kita akan mati dan tidak sanggup mengemban amanah besar yang dilimpahkan kepadanya.

     Dengan menyeimbangkan dirinya, maka manusia tersebut tergolong sebagai hamba yang pandai mensyukuri nimat Allah. Hamba/manusia seperti inilah yang disebut manusia seutuhnya. Dengan keseimbangan, manusia dapat meraih kebahagiaan hakiki yang merupakan nimat Allah, karena pelaksanaan syariah sesuai dengan fitrahnya. 


Jika benar datangnya dari Allah SWT
Jika salah datangnya dari diri saya pribadi
Semoga Bermanfaat :)


Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Datang tuk Hadir

Libatkan Allah SWT Dalam Niat